{"id":718,"date":"2019-06-10T08:49:12","date_gmt":"2019-06-10T08:49:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.solusieasy.co.id\/?p=718"},"modified":"2024-12-15T00:33:33","modified_gmt":"2024-12-15T00:33:33","slug":"penomoran-faktur-pajak","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718","title":{"rendered":"Mengenal Kode dan Penomoran Faktur Pajak"},"content":{"rendered":"<p>Kode dan penomoran pajak adalah sesuatu yang sering kita jumpai. Tetapi, apakah Anda semua tahu apa arti di balik nomor-nomor tersebut? Ternyata, nomor tersebut tidak sekadar nomor saja. Dan di dalam artikel ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai format kode dan penomoran faktur pajak.<\/p>\n<h2>Format &amp; Kode Penomoran Faktur Pajak<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-722\" src=\"https:\/\/www.solusieasy.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/calculator-1044172_640.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"450\" srcset=\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/calculator-1044172_640.jpg 800w, http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/calculator-1044172_640-300x169.jpg 300w, http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/calculator-1044172_640-768x432.jpg 768w, http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/calculator-1044172_640-705x397.jpg 705w, http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/calculator-1044172_640-450x253.jpg 450w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>Format dan kode penomoran faktur pajak terdiri dari 16 digit angka. Urutan angka tersebut memiliki arti tersendiri, berikut ini adalah penjelasannya:<\/p>\n<ul>\n<li>2 digit pertama menunjukkan kode transaksi.<\/li>\n<li>1 angka berikutnya menunjukkan kode status.<\/li>\n<li>3 digit setelahnya adalah kode cabang.<\/li>\n<li>2 angka berikutnya adalah kode tahun.<\/li>\n<li>8 digit setelahnya adalah nomor seri faktur pajak.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Kode Transaksi<\/h3>\n<p>Kode transaksi adalah dua digit pertama nomor faktur pajak, kode transaksi dimulai dari angka 01 hingga 09.<\/p>\n<p>01:\u00a0Kode 01 digunakan untuk penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan\/atau Jasa Kena Pajak (JKP) yang PPN-nya terutang dan dipungut oleh PKP penjual\u00a0yang melakukan penyerahan BKP dan\/atau JKP.<\/p>\n<p>02:\u00a0Kode ini dipakai untuk penyerahan BKP dan\/atau JKP kepada Pemungut PPN bendahara pemerintah yang PPN-nya dipungut oleh pemungut PPN bendahara pemerintah.<\/p>\n<p>03:\u00a0Kode 03 digunakan untuk penyerahan BKP dan\/atau JKP kepada Pemungut PPN lainnya (selain bendahara pemerintah) yang PPN-nya dipungut oleh pemungut PPN lainnya (selain bendahara pemerintah).<\/p>\n<p>04:\u00a0Digunakan untuk penyerahan BKP dan\/atau JKP yang menggunakan DPP nilai lain yang PPN-nya dipungut oleh PKP penjual yang melakukan penyerahan BKP dan\/atau JKP.<\/p>\n<p>05:\u00a0Untuk penyerahan yang pajak masukannya di-deemed kepada selain pemungut PPN.<\/p>\n<p>06:\u00a0Kode ini digunakan untuk penyerahan lain yang PPN-nya dipungut oleh PKP penjual yang melakukan penyerahan BKP dan\/atau JKP, dan penyerahan kepada orang pribadi pemegang paspor luar negeri (turis asing) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16E UU PPN.<\/p>\n<p>07:\u00a0Kode ini digunakan untuk penyerahan BKP dan\/atau JKP yang mendapat fasilitas PPN Tidak Dipungut atau Ditanggung Pemerintah (DTP).<\/p>\n<p>08:\u00a0Kode 08 digunakan untuk penyerahan BKP dan\/atau JKP yang mendapat fasilitas dibebaskan dari pengenaan PPN.<\/p>\n<p>09:\u00a0Kode 09 digunakan untuk penyerahan aktiva pasal 16 D yang PPN-nya dipungut oleh PKP penjual yang melakukan penyerahan BKP.<\/p>\n<h3>Kode Status<\/h3>\n<p>Kode status adalah 1 angka di belakang kode transaksi, hanya angka 0 dan 1 yang mewakili kode status. Berikut penjelasannya:<\/p>\n<p>0: angka 0 dipakai untuk status faktur pajak normal.<\/p>\n<p>1: angka 1 dipakai untuk status faktur pajak pergantian.<\/p>\n<h3>Kode Cabang<\/h3>\n<p>Kode cabang terdiri dari tiga digit dan dibuat mengikuti aturan berikut ini:<\/p>\n<p>1.\u00a0Dapat diurutkan menurut cara yang Anda anggap paling mudah, namun untuk penambahan Kode Cabang baru setelah berlakunya Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini Pengusaha Kena Pajak dapat mengurutkan Kode Cabang berdasarkan tanggal pengukuhan masing-masing Kantor Cabang.<\/p>\n<p>2.\u00a0Kode <a href=\"\/database-cabang-easy-accounting\/\">Cabang<\/a> pada Kode Faktur Pajak Standar ditentukan sendiri secara berurutan, yaitu diisi dengan kode \u2018000\u2019 untuk Kantor Pusat dan dimulai dari kode \u2018001\u2019 untuk Kantor Cabang.<\/p>\n<p>3.\u00a0Kode Cabang dapat ditambah dan\/atau dihentikan penggunaannya karena adanya penambahan dan\/atau pengurangan Cabang sesuai dengan perkembangan usaha.<\/p>\n<p>4.\u00a0Peruntukan Kode Cabang tidak boleh berubah dan Kode Cabang yang sudah dihentikan penggunaannya tidak boleh digunakan kembali.<\/p>\n<h3>Kode Tahun<\/h3>\n<p>Kode Tahun yang digunakan pada Nomor Seri Faktur Pajak Standar ditulis dengan mencantumkan dua digit terakhir dari tahun diterbitkannya Faktur Pajak Standar, contohnya jika tahun terbitnya 2007 maka ditulis 07.<\/p>\n<h3>Nomor Seri Faktur Pajak<\/h3>\n<p>Penerbitan Nomor seri Faktur Pajak Standar dimulai dari Nomor Urut 1 pada setiap awal tahun takwim, yaitu mulai Masa Pajak Januari dan secara berurutan, kecuali bagi Pengusaha Kena Pajak yang baru dikukuhkan, Nomor Urut 1 dimulai sejak Masa Pajak Pengusaha Kena Pajak dikukuhkan. Bagi Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada butir 3.a.1, maka Nomor Urut 1 (satu) dimulai pada setiap awal tahun takwim Masa Pajak Januari pada masing-masing Kantor Pusat dan Kantor-kantor Cabangnya, kecuali bagi Kantor Cabang yang baru dikukuhkan, Nomor Urut 1 dimulai sejak Masa Pajak.<\/p>\n<p>Demikianlah pengertian dan penjelasan dari kode dan penomoran faktur pajak. Semoga artikel ini bisa membantu dan menambah pengetahuan Anda. Selain artikel informatif seputar keuangan dan akuntansi, situs ini juga berisi tutorial software akuntansi <a href=\"http:\/\/easyaccountingsystem.co.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Easy Accounting System<\/a>. Jadi, simak terus berita dan artikel terbaru dari situs ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kode dan penomoran pajak adalah sesuatu yang sering kita jumpai. Tetapi, apakah Anda semua tahu apa arti di balik nomor-nomor tersebut? Ternyata, nomor tersebut tidak sekadar nomor saja. Dan di dalam artikel ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai format kode dan penomoran faktur pajak. Format &amp; Kode Penomoran Faktur Pajak Format dan kode penomoran faktur [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":720,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[15],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penomoran Faktur Pajak: Pengertian dan Penjelasannya | solusiEASY<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ternyata di balik format &amp; kode penomoran faktur pajak ada artinya, tidak hanya sekadar deretan angka saja. Yuk, baca sampai selesai untuk mengetahuinya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penomoran Faktur Pajak: Pengertian dan Penjelasannya | solusiEASY\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ternyata di balik format &amp; kode penomoran faktur pajak ada artinya, tidak hanya sekadar deretan angka saja. Yuk, baca sampai selesai untuk mengetahuinya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Dukungan Easy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-06-10T08:49:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-15T00:33:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tax-468440_640.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"426\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"administrator\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/#website\",\"url\":\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/\",\"name\":\"Tutorials Easy Accounting\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718#primaryimage\",\"url\":\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tax-468440_640.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tax-468440_640.jpg\",\"width\":640,\"height\":426,\"caption\":\"Penomoran Faktur Pajak - Ilustrasi Form Pajak\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718#webpage\",\"url\":\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718\",\"name\":\"Penomoran Faktur Pajak: Pengertian dan Penjelasannya | solusiEASY\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2019-06-10T08:49:12+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-15T00:33:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/#\/schema\/person\/354420b9840f74fe5ccdfe328f67f9f4\"},\"description\":\"Ternyata di balik format & kode penomoran faktur pajak ada artinya, tidak hanya sekadar deretan angka saja. Yuk, baca sampai selesai untuk mengetahuinya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Kode dan Penomoran Faktur Pajak\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/#\/schema\/person\/354420b9840f74fe5ccdfe328f67f9f4\",\"name\":\"administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/1.gravatar.com\/avatar\/79160d349568d2f977562659e53cb3f2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"http:\/\/1.gravatar.com\/avatar\/79160d349568d2f977562659e53cb3f2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"administrator\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penomoran Faktur Pajak: Pengertian dan Penjelasannya | solusiEASY","description":"Ternyata di balik format & kode penomoran faktur pajak ada artinya, tidak hanya sekadar deretan angka saja. Yuk, baca sampai selesai untuk mengetahuinya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penomoran Faktur Pajak: Pengertian dan Penjelasannya | solusiEASY","og_description":"Ternyata di balik format & kode penomoran faktur pajak ada artinya, tidak hanya sekadar deretan angka saja. Yuk, baca sampai selesai untuk mengetahuinya!","og_url":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718","og_site_name":"Dukungan Easy","article_published_time":"2019-06-10T08:49:12+00:00","article_modified_time":"2024-12-15T00:33:33+00:00","og_image":[{"width":640,"height":426,"url":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tax-468440_640.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"administrator","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/#website","url":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/","name":"Tutorials Easy Accounting","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718#primaryimage","url":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tax-468440_640.jpg","contentUrl":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tax-468440_640.jpg","width":640,"height":426,"caption":"Penomoran Faktur Pajak - Ilustrasi Form Pajak"},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718#webpage","url":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718","name":"Penomoran Faktur Pajak: Pengertian dan Penjelasannya | solusiEASY","isPartOf":{"@id":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718#primaryimage"},"datePublished":"2019-06-10T08:49:12+00:00","dateModified":"2024-12-15T00:33:33+00:00","author":{"@id":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/#\/schema\/person\/354420b9840f74fe5ccdfe328f67f9f4"},"description":"Ternyata di balik format & kode penomoran faktur pajak ada artinya, tidak hanya sekadar deretan angka saja. Yuk, baca sampai selesai untuk mengetahuinya!","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/?p=718#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Kode dan Penomoran Faktur Pajak"}]},{"@type":"Person","@id":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/#\/schema\/person\/354420b9840f74fe5ccdfe328f67f9f4","name":"administrator","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/1.gravatar.com\/avatar\/79160d349568d2f977562659e53cb3f2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"http:\/\/1.gravatar.com\/avatar\/79160d349568d2f977562659e53cb3f2?s=96&d=mm&r=g","caption":"administrator"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/718"}],"collection":[{"href":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=718"}],"version-history":[{"count":4,"href":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/718\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3796,"href":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/718\/revisions\/3796"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/720"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=718"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=718"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/support.easyaccountingsystem.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=718"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}